Syirik dan Dosanya

Dec 22, 2014 by

Definisi syirik adalah lawan kata dari tauhid, yaitu sikap menyekutukan Allah secara dzat,

sifat,perbuatan, ataupun secara ibadah. Adapun syirik secara dzat adalah dengan meyakini bahwa dzat Allah seperti dzat makhlukNya.

Sedang Syirik secara sifat artinya seseorang meyakini bahwa sifat-sifat makhluk sama dengan sifat-sifat Allah. Dengan kata lain, mahluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah. Tidak ada bedanya sama sekali.
Sedangkan syirik secara perbuatan artinya seseorang meyakini bahwa makhluk mengatur alam semesta dan rezeki manusia seperti yang telah diperbuat Allah selama ini.
Sedangkan syirik secara ibadah artinya seseorang menyembah selain Allah dan mengagungkannya seperti mengagungkan Allah serta mencintainya seperti mencintai Allah.
Contoh – contoh perbuatan syirik 
Pertama, menyembah patung atau berhala ( al-ashnaam ). Allah swt. Menyebutnya dalam ayat berikut ini.

Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. [QS. Al Hajj (22): 30]
Kedua adalah menyembah malaikat dan jin. Allah Swt Berfirman.
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan) bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. [QS. AlAn’aam (6): 100]

Ketiga adalah menyembah para nabi, seperti Nabi Isa a.s. yang disembah kaum Nasrani dan Uzair yang disembah kaum Yahudi. Keduanya sama-sama dianggap anak Allah. Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putera Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al masih itu putera Allah.”
Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkatan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?” [QS. At-Taubah (9): 30]
Pembahagian Syirik
Adapun Syirik dibagi menjadi dua yaitu syirik besar dan syirik kecil. Yang keduanya terbagi menjadi dua yaitu zhahir (tampak dan khafiy (tersembunyi) adapun disebut dengan syirik besar atau kabir karena barang siapa yang melakukan ini maka Allah tidak akan mengampuni dosanya dan tidak akan masuk kedalam surga.
Allah SWT berfirman,
اِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ اَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُوْنَ ذَالِكَ لِمَنْ يَشاَءُ , وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلَلاً بَعِيْدًا
“Sesungguhnya Allah  tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia; dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh- jauhnya.” [QS. An-Nisaa’ (4): 116]
Syirik  besar ini dibagi dua bagian yaitu zhahir dan kafiy . Contoh syirik besar yang zhahir adalah seperti  menyembah bintang, matahari, bulan, patung-patung, batu-batu, pohon-pohon besar, dan manusia  seperti menyembah Fir’un, raja-raja, malaikat, jin dan Setan). Sementara  yang khafiy bisa dicontohkan seperti meminta kepada orang-orang yang sudah mati dengan  keyakinan bahwa mereka bisa memenuhi apa yang mereka yakini.
Adapun syirik kecil ( asy-syirkul ashghar ) adalah suatu tindakan yang mengarah kepada syirik, tetapi  belum sampai ke tingkat keluar dari tauhid, hanya saja mengurangi kemurniannya. Syirik kecil juga  terbagi menjadi dua yaitu dzahir dan khafiy . Yang zhahir bisa berupa lafal (pernyataan) dan perbuatan. Contoh  yang lafal adalah bersumpah dengan nama selain Allah dan mengarah ke syirik seperti “demi abi, demi Ka’bah, demi kakek dan nenek.” Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda,  siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia kafir dan musyrik).” (HR. Turmidzi nomor 1535). Adapun contoh  syirik kecil zhahir yang berupa perbuatan seperti mengalungkan jimat dengan keyakinan bahwa itu  bisa menyelamatkan dari mara bahaya. Syirik kecil yang khafiy biasanya berupa niat atau keinginan,  seperti riya’ dan sum’ah. Yaitu melakukan tindak ketaatan kepada Allah dengan niat ingin dipuji  orang. Seperti menegakkan shalat dengan tampak khusyu’ karena sedang di samping calon mertua.  seseorang berbuat seperti itu dengan harapan supaya dipuji sebagai orang shalih. Padahal di saat  sendirian, shalatnya tidak demikian.
Bahaya-bahaya  syirik
Perbuatan syirik sangat berbahaya. Beberapa perkara akan menimpa kepada orang yang berbuat syirik
Pertama, syirik adalah kezhaliman yang nyata. Allah berfirman, “ Innasy  yirka ladzlumun adziim (sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar).” [QS. Luqman (31): 13].
Mengapa disebut kezhaliman yang besar? Sebab dengan  berbuat syirik seseorang telah menjadikan dirinya sebagai hamba makhluk yang sama dengan dirinya  yang tidak berdaya apa-apa.
Kedua, syirik merupakan sumber khurafat. Sebab, orang-orang yang  meyakini bahwa selain Allah – seperti bintang, matahari, kayu besar dan lain sebagainya– bisa  memberikan manfaat atau bahaya, berarti ia telah siap melakukan segala khurafat dengan mendatangi  para bomoh, kuburan-kuburan angker, dan mengalungkan jimat di lehernya.
Ketiga, syirik adalah  sumber ketakutan dan kesengsaraan. Allah berfirman, “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah  sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah  seburuk- buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.” [QS. Ali Imran (3): 151]
Keempat, syirik  merendahkan derajat kemanusiaan si pelakunya. Allah berfirman, “Barangsiapa mempersekutukan  sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau  diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [QS. Al-Hajj (22): 31]
Kelima, syirik menghancurkan  kecerdasan manusia. Allah berfirman, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang  tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. Dan mereka  berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah.’ Katakanlah, ‘Apakah  kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di  bumi?’ Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).” [QS.  unus (10): 18]
Keenam, di akhirat nanti orang-orang musyrik tidak akan mendapatkan ampunan Allah dan akan masuk neraka selama-lamanya. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak  mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain  dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu)  dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh- jauhnya.” [QS. An-Nisaa’ (4): 116]

Allah  juga berfirman, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti  Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang- orang  dzalim itu seorang penolong pun.” [QS. Al- Maidah (5): 72]

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *