”Hafalan Al Qur’an Ku persembahkan Untuk ayah Ibu ku”

Dec 5, 2016 by

”Hafalan Al Qur’an Ku persembahkan Untuk ayah Ibu ku”
‘Oleh : Fana ‘’

Perempuan kecil itu meminta kepada ayah ibunya untuk dihantar di pesantren, namun karena putrinya masih kecil dan baru berumur 10 tahun, ibu Bapaknya tidak tega untuk nya dipesantrenkan. setelah anak perempuan semata wayang nya ini berumur 13 tahun maka bermusyarahlah ayah ibuknya tentang pendidikan anak perempuanya. sepakatlah mereka berdua untuk memasukan anaknya ke pondok pesantren Hafidzul Qur’an.
Perempuan kecil beranjak menjadi gadis yang menawan. hafalan ayat demi ayat senantiasa tiap hari ia hafalkan’. tidak lupa ia selalu menulis pesan dalam buku diarenya.

”ayah bunda’, suatu hari nanti aku ingin peluk engkau dengan qur’anku
”ayah bunda,’ hafalanku niatkan untuk mu
”ayah bunda,’ aku rindu senyumu.”

2 tahun sudah gadis ini menjalankan hafalanya. 20 juz sudah ia hafal. disaat hafalanya beranjak ke juz 21, ayah nya meninggal dunia. namun ibu nya melarang bagi saudaranya untuk memberikan habar kepada anaknya tentang telah meninggalnya ayahnya.
hari demi hari gadis ini tumbuh menjadi gadis yang dewasa, tutur kata yang ramah membuat siapa saja yang berteman denganya akan merasa senang dan gembira. termasuk ustadzah nya yang sangat sayang kepadanya. ditahun ke 3 ia sudah menghafal 30 juz dari pada qur’anya. setelah hafalanya selesai gadis ini diminta untuk muroja’ah kembali selama 1 tahun di pondok hafidzul qur’an sekalian khidmah dg mengajar santri-santri baru, oleh kyai dimintanya.
satu tahun sudah ia hidmah dg mengajar santri-santri baru di pondok pesantren hafidzul qur’an kemudian ia mengirimkan messege meminta kepada orang tuanya untuk menjemputnya pulang kerumah. berkali – kali messege dan berusaha menelpon namun belum ada jawaban. pada suatu hari paman dari pada perempuan ini menjemputya untuk pulang kerumah. sesampainya dirumah berkumpulah semua keluarga untuk menyambutnya. dilihat nenek dan kakeknya berdiri didepan pintu kemudian memeluk cucunya sambil membisikan kata ” sungguh engkau saat ini telah ditemani sesuatu yang tidak akan membuatmu sepi, sesuatu yang tidak akan membuatmu bersedih, sesuatu yang akan membimbingmu menemukan jannah surga dimana kedua orang tuamu telah menanti disana.” innalillahiwainnailahirrojiun” ucap sang gadis sambil meneteskan air mata.

Duhai ayah ibu.
engkau korbankan waktu untuk mengurusku
engkau do’akan aku sampai akhir hayatmu
ayah ibu
q persembahkan hafalan qur’anku untuk kebahagianmu

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *